selamat datang di blog saya

Tuesday, April 18, 2017

Makanan Khas Daerah Lampung

1. Pandap


Pandap adalah makanan khas lampung yang sepintas mirip dengan pepes karena selain dibungkus dengan daun, cara pembuatannyapun hampir sama. Bahan-bahan untuk membuat pandap khas Lampung adalah daun pisang dan daun talas khusus (biasanya yang batangnya putih) sebagai pembungkus, lalu ikan laut (biasanya dipilih ikan simba dan tongkol) serta bumbu-bumbu yang terdiri dari kelapa parut, kelapa goreng, kunyit, lengkuas, cabe rawit, cabe merah, merica, garam dan asam jawa.

Setelah dibungkus dengan daun pisang dan daun talas, selanjutnya Pandap direbus. Proses perebusan pandap dilakukan sekitar delapan jam. Setelah perebusan bungkusan pendap diendapkan pada rantang yang sudah disiapkan agar mengeringkan air yang meresap dari proses perebusan.Proses pengendapan inilah yang menyebabkan makanan khas Lampung ini disebut dengan Pandap.



Masakanan Pandap ini biasanya disajikan bersama Gulai Taboh Iwak Tapa serta tak lupa sambel mentahnya. Beberapa restoran di Lampung sudah menyediakan menu Pandap ini. Jadi kenapa tidak mencobanya?

2. Sop dan Sate Tuhuk


Ikan Tuhuk (black Marlin) yang selama ini cukup akrab ditelinga masyarakat Pesisir Barat Lampung merupakan ikan perairan laut dalam Samudra Hindia secara turun temurun telah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Lampung khususnya masyarakat Pesisir Barat karena rasanya yang khas dan tak tergantikan dengan ikan-ikan laut lainnya.

Masyarakat Lampung khususnya yang tinggal di Pesisir Barat Lampung ini biasanya mengolah Ikan Tuhuk ini menjadi sop dan sate ikan tuhuk. Hingga Sop dan Sate Tuhuk ini sudah menjadi kuliner dan makanan khas Lampung.


Bagi Sobat  yang kebetulan berkunjung ke Lampung dan belum pernah mencoba menu ini  tidak ada salahnya untuk membuktikan betapa ikan Tuhuk yang begitu akrab di teliga masyarakat Pesisir Barat ini dan konon menjadi ikan yang sangat mahal di luar ini kini bisa di dapatkan dengan mudah di Ciwo Resto. Cukup datang ke Nusa Indah No. 1 anda bisa menikmati sepuasnya.. tak perlu merogok kocek terlalu dalam anda akan puas dengan rasanya yang beda dengan ikan laut pada umumnya 

3. Umbu


Umbu merupakan salah satu makanan yang berasal dari Lampung. Makanan khas Lampung ini sudah sangat jarang ditemukan. Umbu sendiri adalah merupakan rotan muda yang direbus hingga lunak

Biasanya umbu disantap dengan dioseng terlebih dahulu atau dijadikan lalapan. Rasa umbu yang pahit seperti pare dipercaya masyarakat Lampung dapat menambah nafsu makan.

4. Geguduh


Geguduh adalah makanan khas Lampung yang bercitara rasa manis. Tak heran karena geguduh dibuat dari pisang kapok yang dihaluskan kemudian dicampur dengan terigu dan diberikan air kapur sirih. Sebelum digoreng geguduh bisa juga ditambah susu, selai atau perasa lainnya sebagai variasi sesuai selera.

Setelah digoreng, geguduh makin mantap jika dinikmati bersama secangkir teh hangat.



5.  Sekubal

Bagi sebagian orang mungkin kata sekubal jarang sekali di dengar. Tapi tidak bagi warga Lampung, sekubal adalah makanan khas Lampung yang selalu mewarnai dan mengisi acara besar seperti acara adat, pernikahan maupun Lebaran.

Sekubal adalah makanan yang terbuat dari ketan dan santan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus ataupun direbus. Memasak sekubal harus penuh ketelatenan dan kesabaran karena proses pembuatan sekubal membutuhkan waktu 8-10 jam. Biasanya sekubal disajikan bersama dengan tape ketan ataupun bumbu rendang. Rasanya yang nikmat, gurih dan mengenyangkan, menjadikan sekubal sebagai makanan favorit yang tak pernah tinggal ketika perayaan besar. 


6. Selimpok


Satu lagi makanan khas Lampung yang terbuat dari ketan yang disajikan pada saat ada upacara adat atau hajatan. Panganan ini disebut dengan Selimpok. Bedanya jika sekubal  dibuat dari ketan dan santan, selimpok ini dibuat dari ketan yang dicampur dengan pisang.

Selimpok ini ada dua macam,yaitu Lunik dan Bungking. Untuk membuat Selimpok Lunik, ketan dijadikan tepung terlebih dahulu. Sedangkan Selimpok Bungking, ketan tidak perlu dihaluskan kemudian dicampur dengan pisang. Adonan tersebut dibungkus daun pisang lalu direbus hingga matang.

No comments:

Post a Comment